Tips Menjawab Pertanyaan Balita
Bunda suka gelagapan kalau si kecil nanya ini itu? Jangan
khawatir bunda, berikut ini ada bocoran utk menjawabnya..^^
Dikutip dari www.AyahBunda.co.id, berikut daftar pertanyaan anak
balita yang berhasil membuat para orangtua terdiam.
1. Kenapa aku tidak boleh makan permen karet?
Beli permen karet dan tunjukkan bentuk dan tekturnya, sebelum beri penjelasan mengenai bahaya permen karet. Tarik permen karet sampai panjang dan ikatkan pada jari Anda. Setelah itu, katakan permen karet berbeda dengan permen lain, karena bila tertelan dapat membelit isi perutnya sehingga sakit perut. Permen karet tidak bisa digigit, harus dikunyah dan rasanya yang sangat manis dapat merusak giginya. Jelaskan bahwa gigi tidak boleh makan atau minum yang terlalu manis.
2. Kenapa ibu harus bekerja?
Jelaskan bahwa Anda harus membantu Ayah bekerja agar bisa mengumpulkan uang. Jika hanya Ayah yang bekerja, maka tidak cukup untuk membeli makanan, minuman, pakaian, mainan, susu dan kebutuhan lainnya. Sisipkan juga ‘pelajaran’ menabung.Jika ia ingin membeli sesuatu harus menabung lebih dulu. Sama seperti Anda harus menabung gaji untuk membeli pakaian. Bila anak menodong pertanyaan lain seperti “Kenapa Ayah Rio (temannya) bisa menghasilkan uang yang cukup?” Anda dapat mengatakan bahwa pekerjaan dan tempat Ayahnya dan Ayah Rio bekerja berbeda, sehingga uang yang diperoleh pun berbeda.
3. Kenapa aku tidak boleh minum dingin?
Hindari menjawab “Tidak boleh, nanti kamu batuk.” Karena bisa saja saat anak minum air dingin, setelahnya tidak ada indikasi batuk atau flu. Ia pun akan menyangkal “Kemarin aku minum es tapi tidak batuk, Bunda!” Coba beri penjelasan bahwa suhu di dalam perutnya itu hangat. Bila minum air dingin, kasihan perutnya yang kaget dengan si air dingin. Kalau perut sering kedinginan, nanti perut dan badannya ikut sakit. Selain itu, giginya lama-lama bisa sakit karena tidak kuat 'dimandikan’ dengan air dingin, sama seperti badannya. Katakan padanya sesekali boleh minum air dingin, tapi tidak setiap hari.
4. Kenapa aku bisa cegukan? Awali dengan menjelaskan proses pernapasan. Ajak anak bernapas, menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu hembuskan perlahan. Saat menghirup, minta ia pegang bagian dadanya. Dada akan membusung, kemudian kempes kembali setelah dihembuskan. Di dalam dada ada rongga dada. Rongga dada itu yang sebenarnya terkena cegukan. Manusia bisa cegukan karena rongga dadanya terkejut akibat minuman atau makanan yang terlalu dingin atau terlalu panas dan minuman bersoda. Minuman bersoda mengandung banyak udara, sehingga rongga dada penuh udara, dan muncullah suara “hik…hik…” Berikan juga solusi mengatasi cegukan dengan menahan napas selama mungkin, kemudian hembuskan nafas perlahan-lahan.
5. Kenapa aku tidak boleh bermain di luar saat hujan? Jelaskan suhu di luar rumah saat hujan menjadi dingin. Bila ia bermain hujan-hujanan, ia akan basah dan kedinginan. Belum lagi angin yang berhembus kencang, bisa membuat masuk angin. Kalau badan kedinginan, hidung dan tenggorokan ikut kedinginan, sehingga bisa sakit flu dan batuk. Sebenarnya anak-anak boleh main hujan-hujanan asal cukup 5 menit saja. Air hujan memberi pengalaman luar biasa untuk anak, seperti sensasi merasakan turunnya air dari langit.
1. Kenapa aku tidak boleh makan permen karet?
Beli permen karet dan tunjukkan bentuk dan tekturnya, sebelum beri penjelasan mengenai bahaya permen karet. Tarik permen karet sampai panjang dan ikatkan pada jari Anda. Setelah itu, katakan permen karet berbeda dengan permen lain, karena bila tertelan dapat membelit isi perutnya sehingga sakit perut. Permen karet tidak bisa digigit, harus dikunyah dan rasanya yang sangat manis dapat merusak giginya. Jelaskan bahwa gigi tidak boleh makan atau minum yang terlalu manis.
2. Kenapa ibu harus bekerja?
Jelaskan bahwa Anda harus membantu Ayah bekerja agar bisa mengumpulkan uang. Jika hanya Ayah yang bekerja, maka tidak cukup untuk membeli makanan, minuman, pakaian, mainan, susu dan kebutuhan lainnya. Sisipkan juga ‘pelajaran’ menabung.Jika ia ingin membeli sesuatu harus menabung lebih dulu. Sama seperti Anda harus menabung gaji untuk membeli pakaian. Bila anak menodong pertanyaan lain seperti “Kenapa Ayah Rio (temannya) bisa menghasilkan uang yang cukup?” Anda dapat mengatakan bahwa pekerjaan dan tempat Ayahnya dan Ayah Rio bekerja berbeda, sehingga uang yang diperoleh pun berbeda.
3. Kenapa aku tidak boleh minum dingin?
Hindari menjawab “Tidak boleh, nanti kamu batuk.” Karena bisa saja saat anak minum air dingin, setelahnya tidak ada indikasi batuk atau flu. Ia pun akan menyangkal “Kemarin aku minum es tapi tidak batuk, Bunda!” Coba beri penjelasan bahwa suhu di dalam perutnya itu hangat. Bila minum air dingin, kasihan perutnya yang kaget dengan si air dingin. Kalau perut sering kedinginan, nanti perut dan badannya ikut sakit. Selain itu, giginya lama-lama bisa sakit karena tidak kuat 'dimandikan’ dengan air dingin, sama seperti badannya. Katakan padanya sesekali boleh minum air dingin, tapi tidak setiap hari.
4. Kenapa aku bisa cegukan? Awali dengan menjelaskan proses pernapasan. Ajak anak bernapas, menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu hembuskan perlahan. Saat menghirup, minta ia pegang bagian dadanya. Dada akan membusung, kemudian kempes kembali setelah dihembuskan. Di dalam dada ada rongga dada. Rongga dada itu yang sebenarnya terkena cegukan. Manusia bisa cegukan karena rongga dadanya terkejut akibat minuman atau makanan yang terlalu dingin atau terlalu panas dan minuman bersoda. Minuman bersoda mengandung banyak udara, sehingga rongga dada penuh udara, dan muncullah suara “hik…hik…” Berikan juga solusi mengatasi cegukan dengan menahan napas selama mungkin, kemudian hembuskan nafas perlahan-lahan.
5. Kenapa aku tidak boleh bermain di luar saat hujan? Jelaskan suhu di luar rumah saat hujan menjadi dingin. Bila ia bermain hujan-hujanan, ia akan basah dan kedinginan. Belum lagi angin yang berhembus kencang, bisa membuat masuk angin. Kalau badan kedinginan, hidung dan tenggorokan ikut kedinginan, sehingga bisa sakit flu dan batuk. Sebenarnya anak-anak boleh main hujan-hujanan asal cukup 5 menit saja. Air hujan memberi pengalaman luar biasa untuk anak, seperti sensasi merasakan turunnya air dari langit.
Nah, kalau yang di bawah ini adalah daftar pertanyaan balita
tentang kehamilan anda.
1. Bagaimana cara bayi masuk dalam perut?
Jawab: “Setelah Bunda dan Ayah menikah, tandanya siap punya anak. Tuhan meletakkan bayi di sebuah tempat di tubuh Bunda.” Jangan sebut “perut”. Katakan saja ada tempat untuk tumbuh bayi yang hanya dipunyai oleh perempuan. Kata “perut” merujuk pada pencernaan sehingga bisa membingungkan anak karena ia akan berpikir, bayi di dalam perut bunda berdesakan dengan nasi, sayur dan ayam panggang.
2. Kalau perutku gendut, apakah di dalamnya ada bayi?
Jawab: “Tidak. Bayi tidak bisa tumbuh di dalam tubuh anak-anak, karena bayi akan tumbuh besar. Tubuh anak-anak tidak kuat membawa bayi, dan tempat khusus di tubuh anak-anak tidak bisa memuat bayi.” Anak-anak memahami dengan cara melihat. Bandingkan kandungan Anda yang besar dengan tubuh anak Anda. Tanyakan pada anak, mungkinkah bayi sebesar itu berada dalam tubuhnya?
3. Berapa lama bayi tinggal di badan Bunda?
Anak-anak sulit memahami lamanya waktu sampai bayi lahir. Memberi jawaban 9 bulan lewat 10 hari akan sia-sia karena si kecil tak paham. Jawab: “Lama karena bayi harus tumbuh besar, punya kepala, tangan dan kaki yang kuat.” Yakin pada insting Anda dan Anda akan mendapat jawaban yang tepat
4. Bagaimana cara bayi keluar?
Jawab: “Tuhan menyediakan lorong di tubuh Bunda yang akan dilewati bayi saat lahir. Dokter akan membantu adik keluar dari tubuh Bunda.” Bila sebelumnya Anda melahirkan dengan bedah caesar, Anda bisa menuunjukkan pada anak jalan lahirnya waktu ia dilahirkan. Jangan ceritakan rasa sakit yang Anda alami setelah menjalani bedah itu.
5. Mengapa Bunda sering ke dokter?
Jawab: “Bunda dan Ayah harus pastikan bayi yang di dalam badan Bunda sehat. Dokter punya alat untuk melihat bayi di tubuh Bunda, seperti yang biasanya kita lihat. Namanya mesin USG. Dokter juga yang kelak membantu Bunda mengeluarkan bayi. Jadi, dokter harus tahu keadaan bayi di badan Bunda.”
6. Kalau aku teriak-teriak di dekat perut Bunda, bayi bisa dengar suaraku? Anda bisa memberikan jawaban yang sebenarnya, tergantung usia kandungan Anda. Jawab: “Telinga bayi sudah tumbuh. Dia bisa mendengar suaramu, suara Ayah dan suara piring jatuh. Kelak kalau dia lahir, dia sudah kenal kita semua.”
7. Bayi di dalam perut Bunda bisa menangis? Jawab: “Kalau Bunda selalu gembira, bayi di badan Bunda juga selalu gembira.” Emosi janin sangat tergantung emosi Bunda. Belum ditemukan penelitian tentang janin menangis di dalam kandungan. Tapi, janin bisa ikut merasakan emosi ibunya.
8. Bayi di dalam badan Bunda ngapain? Jawab: “Main, tidur, bangun, mendengarkan musik dan mendengarkan cerita Bunda bersama kamu.” Janin di dalam kandungan juga bermain. Sesekali kakinya menendang atau tangannya melakukan peregangan.
9. Bayi di dalam badan Bunda, bernapas nggak? Jawab: “Bernapas. Saat Bunda tarik napas, bayi juga menarik napas.” Janin mendapatkan oksigen dari tubuh bunda. Paru-parunya baru akan bekerja sendiri saat lahir.
10. Apakah aku dulu juga pernah di dalam perut Bunda? Jawab: “Ya. Kamu anak Bunda. Sama seperti bayi di dalam badan Bunda ini, kamu dulu juga jadi bayi di dalam badan Bunda.”
1. Bagaimana cara bayi masuk dalam perut?
Jawab: “Setelah Bunda dan Ayah menikah, tandanya siap punya anak. Tuhan meletakkan bayi di sebuah tempat di tubuh Bunda.” Jangan sebut “perut”. Katakan saja ada tempat untuk tumbuh bayi yang hanya dipunyai oleh perempuan. Kata “perut” merujuk pada pencernaan sehingga bisa membingungkan anak karena ia akan berpikir, bayi di dalam perut bunda berdesakan dengan nasi, sayur dan ayam panggang.
2. Kalau perutku gendut, apakah di dalamnya ada bayi?
Jawab: “Tidak. Bayi tidak bisa tumbuh di dalam tubuh anak-anak, karena bayi akan tumbuh besar. Tubuh anak-anak tidak kuat membawa bayi, dan tempat khusus di tubuh anak-anak tidak bisa memuat bayi.” Anak-anak memahami dengan cara melihat. Bandingkan kandungan Anda yang besar dengan tubuh anak Anda. Tanyakan pada anak, mungkinkah bayi sebesar itu berada dalam tubuhnya?
3. Berapa lama bayi tinggal di badan Bunda?
Anak-anak sulit memahami lamanya waktu sampai bayi lahir. Memberi jawaban 9 bulan lewat 10 hari akan sia-sia karena si kecil tak paham. Jawab: “Lama karena bayi harus tumbuh besar, punya kepala, tangan dan kaki yang kuat.” Yakin pada insting Anda dan Anda akan mendapat jawaban yang tepat
4. Bagaimana cara bayi keluar?
Jawab: “Tuhan menyediakan lorong di tubuh Bunda yang akan dilewati bayi saat lahir. Dokter akan membantu adik keluar dari tubuh Bunda.” Bila sebelumnya Anda melahirkan dengan bedah caesar, Anda bisa menuunjukkan pada anak jalan lahirnya waktu ia dilahirkan. Jangan ceritakan rasa sakit yang Anda alami setelah menjalani bedah itu.
5. Mengapa Bunda sering ke dokter?
Jawab: “Bunda dan Ayah harus pastikan bayi yang di dalam badan Bunda sehat. Dokter punya alat untuk melihat bayi di tubuh Bunda, seperti yang biasanya kita lihat. Namanya mesin USG. Dokter juga yang kelak membantu Bunda mengeluarkan bayi. Jadi, dokter harus tahu keadaan bayi di badan Bunda.”
6. Kalau aku teriak-teriak di dekat perut Bunda, bayi bisa dengar suaraku? Anda bisa memberikan jawaban yang sebenarnya, tergantung usia kandungan Anda. Jawab: “Telinga bayi sudah tumbuh. Dia bisa mendengar suaramu, suara Ayah dan suara piring jatuh. Kelak kalau dia lahir, dia sudah kenal kita semua.”
7. Bayi di dalam perut Bunda bisa menangis? Jawab: “Kalau Bunda selalu gembira, bayi di badan Bunda juga selalu gembira.” Emosi janin sangat tergantung emosi Bunda. Belum ditemukan penelitian tentang janin menangis di dalam kandungan. Tapi, janin bisa ikut merasakan emosi ibunya.
8. Bayi di dalam badan Bunda ngapain? Jawab: “Main, tidur, bangun, mendengarkan musik dan mendengarkan cerita Bunda bersama kamu.” Janin di dalam kandungan juga bermain. Sesekali kakinya menendang atau tangannya melakukan peregangan.
9. Bayi di dalam badan Bunda, bernapas nggak? Jawab: “Bernapas. Saat Bunda tarik napas, bayi juga menarik napas.” Janin mendapatkan oksigen dari tubuh bunda. Paru-parunya baru akan bekerja sendiri saat lahir.
10. Apakah aku dulu juga pernah di dalam perut Bunda? Jawab: “Ya. Kamu anak Bunda. Sama seperti bayi di dalam badan Bunda ini, kamu dulu juga jadi bayi di dalam badan Bunda.”
Selanjutnya cara menjawab pertanyaan balita tentang adiknya.
1."Bunda, aku mau punya adik!"
Tak jarang balita melanjutkan pernyataan “Aku mau adik perempuan!” “Aku tak mau adik laki-laki!” atau “Aku mau adik 5!”
Jelaskan: Adik berasal dari Tuhan. Bila ia menginginkan sosok adik yang diharapkan, ia harus meminta kepada Tuhan, caranya dengan berdoa. Untuk memperjelas gambaran balita tentang adik, gunakan buku atau film tentang kakak dengan adik laki-laki dan kakak dengan adik perempuan. Dengan begitu balita bisa lebih memahami tentang seorang adik.
2. "Ma, kapan adiknya datang?"
Hindari memberi jawaban bohong atau mengada-ada. Misalnya, “Adik itu terbuat dari tepung, tapi bunda kesulitan membuatnya. Lebih sulit dari membuat kue donat kesukaanmu.” Tak ada kata tabu untuk informasi yang mendidik.
Jelaskan: Anda bisa katakan bahwa adik itu pemberian Tuhan. Tapi, adik tidak diberikan Tuhan langsung seperti ia dibelikan mainan oleh ayah paska meminta. Tuhan akan memberikan begitu bunda, ayah dan si sulung siap menerima adik. Saat ini Anda belum siap memberikan dia adik karena Anda belum cukup sehat untuk mengandung. Ajak si kecil mengunjungi teman atau saudara yang sedang mengandung, lalu jelaskan bahwa adik awalnya ada disana sebelum dilahirkan. Agar si kecil tidak kecewa, ajak ia melihat adik bayi atau bermain bersama dengan temannya yang punya adik.
3. "Aku bisa ngapain saja sama adik?"
Meski sudah melihat sosok adik, ia belum bisa membayangkan apa saja yang bisa ia lakukan bersama adik. Tak perlu susah payah mencari jawaban atas pertanyaan ini. Jawaban yang berbelit-belit malah membingungan balita.
Jelaskan: Dia bisa melihat adik bayi tidur. Sebelum tidur, ia boleh menyanyikan lagu selamat tidur atau nina bobok untuk adik. Ia bisa temani adik minum susu sambil mengelus kaki atau tangan adik. Ia juga bisa menjadi anak besar untuk menjaga adik saat Anda harus pergi ke dapur beberapa menit. Dan begitu adik sedang belajar berjalan, katakan pada anak bahwa ia bisa menjadi ‘guru’ adik berjalan. Wah, si kecil pasti senang diberikan tugas itu oleh Anda. Ia merasa dipercaya oleh Anda.
4. "Adik mau jadi temanku bermain?"
Sudah pasti balita berharap adiknya bisa menjadi teman bermainnya. Bermain bersama teman sebaya atau sesama anak-anak dianggapnya lebih menyenangkan dibandingkan bermain dengan orang dewasa.
Jelaskan: Bahwa adiknya kelak adalah teman bermain yang menyenangkan karena akan selalu ada di dekatnya setiap saat. Namun, Anda jangan lupa untuk menjelaskan bahwa adiknya bisa diajak bermain jika sudah besar. “Cara bermain dengan adik bayi berbeda dengan cara kamu bermain dengan Rio, temanmu. Adik bayi belum bisa berjalan, jadi kamu tidak bisa mengajaknya berlari-lari di taman.”
5."Aku boleh gendong adik?"
Anak perempuan biasanya punya naluri mengasuh. Namun, bila dikemukanan oleh anak laki-laki, umumnya ia ingin membuktikan bahwa dirinya sudah besar dan kuat sehingga bisa menggendong adik. Berikan ia pengalaman menggendong adik, dengan cara memangku adiknya.
Jelaskan: Menggendong adik hanya boleh dilakukan bila ada Anda atau orang dewasa disampingnya karena adik bayi cukup berat dan harus berhati-hati saat menggendong. Bertambahnya usia si adik, bertambah besar juga tubuhnya. Anda perlu memberi tahu si kecil bahwa adik tidak selamanya bisa digendong. Sama seperti dirinya, jika sudah besar tidak mau lagi digendong.
Tak jarang balita melanjutkan pernyataan “Aku mau adik perempuan!” “Aku tak mau adik laki-laki!” atau “Aku mau adik 5!”
Jelaskan: Adik berasal dari Tuhan. Bila ia menginginkan sosok adik yang diharapkan, ia harus meminta kepada Tuhan, caranya dengan berdoa. Untuk memperjelas gambaran balita tentang adik, gunakan buku atau film tentang kakak dengan adik laki-laki dan kakak dengan adik perempuan. Dengan begitu balita bisa lebih memahami tentang seorang adik.
2. "Ma, kapan adiknya datang?"
Hindari memberi jawaban bohong atau mengada-ada. Misalnya, “Adik itu terbuat dari tepung, tapi bunda kesulitan membuatnya. Lebih sulit dari membuat kue donat kesukaanmu.” Tak ada kata tabu untuk informasi yang mendidik.
Jelaskan: Anda bisa katakan bahwa adik itu pemberian Tuhan. Tapi, adik tidak diberikan Tuhan langsung seperti ia dibelikan mainan oleh ayah paska meminta. Tuhan akan memberikan begitu bunda, ayah dan si sulung siap menerima adik. Saat ini Anda belum siap memberikan dia adik karena Anda belum cukup sehat untuk mengandung. Ajak si kecil mengunjungi teman atau saudara yang sedang mengandung, lalu jelaskan bahwa adik awalnya ada disana sebelum dilahirkan. Agar si kecil tidak kecewa, ajak ia melihat adik bayi atau bermain bersama dengan temannya yang punya adik.
3. "Aku bisa ngapain saja sama adik?"
Meski sudah melihat sosok adik, ia belum bisa membayangkan apa saja yang bisa ia lakukan bersama adik. Tak perlu susah payah mencari jawaban atas pertanyaan ini. Jawaban yang berbelit-belit malah membingungan balita.
Jelaskan: Dia bisa melihat adik bayi tidur. Sebelum tidur, ia boleh menyanyikan lagu selamat tidur atau nina bobok untuk adik. Ia bisa temani adik minum susu sambil mengelus kaki atau tangan adik. Ia juga bisa menjadi anak besar untuk menjaga adik saat Anda harus pergi ke dapur beberapa menit. Dan begitu adik sedang belajar berjalan, katakan pada anak bahwa ia bisa menjadi ‘guru’ adik berjalan. Wah, si kecil pasti senang diberikan tugas itu oleh Anda. Ia merasa dipercaya oleh Anda.
4. "Adik mau jadi temanku bermain?"
Sudah pasti balita berharap adiknya bisa menjadi teman bermainnya. Bermain bersama teman sebaya atau sesama anak-anak dianggapnya lebih menyenangkan dibandingkan bermain dengan orang dewasa.
Jelaskan: Bahwa adiknya kelak adalah teman bermain yang menyenangkan karena akan selalu ada di dekatnya setiap saat. Namun, Anda jangan lupa untuk menjelaskan bahwa adiknya bisa diajak bermain jika sudah besar. “Cara bermain dengan adik bayi berbeda dengan cara kamu bermain dengan Rio, temanmu. Adik bayi belum bisa berjalan, jadi kamu tidak bisa mengajaknya berlari-lari di taman.”
5."Aku boleh gendong adik?"
Anak perempuan biasanya punya naluri mengasuh. Namun, bila dikemukanan oleh anak laki-laki, umumnya ia ingin membuktikan bahwa dirinya sudah besar dan kuat sehingga bisa menggendong adik. Berikan ia pengalaman menggendong adik, dengan cara memangku adiknya.
Jelaskan: Menggendong adik hanya boleh dilakukan bila ada Anda atau orang dewasa disampingnya karena adik bayi cukup berat dan harus berhati-hati saat menggendong. Bertambahnya usia si adik, bertambah besar juga tubuhnya. Anda perlu memberi tahu si kecil bahwa adik tidak selamanya bisa digendong. Sama seperti dirinya, jika sudah besar tidak mau lagi digendong.
Semoga bermanfaat ya bunda..:D. Selamat menikmati hari2 ceria bersama keceriwisan ananda tercinta..^^

Artikel yang sangat informatif.
BalasHapusPertanyaan-pertanyaan tersebut sering sekali dihadapi oleh para ayah/bunda.
-salam sukses-
www.pesankotakkado.blogspot.com
wih ini panduan untuk para ibu nih...
BalasHapus