Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Saat Belajar Makan Sendiri Bisa Menguatkan Jiwa

Seorang ibu muda mengajak anaknya makan siang dan menemaninya dengan sabar. Saat anaknya menyendok nasi hingga berceceran, alih-alih bilang," Duh hati-hati dong makannya, " Ibu itu malah berkata dengan penuh semangat, "Kalau perlahan-lahan pasti bisa!" dengan penuh semangat. Saat anaknya makan sambil bicara, alih-alih bilang,"Kalau lagi makan, jangan sambil ngomong dong!" Ibu itu malah berkata dengan lembut," Kalau bicara sambil makan, Ibu jadi tidak mengerti." Saat anaknya tersedak karena bicara sambil makan, alih-alih bilang,"Tuh kan apa ibu bilang. " Ibu itu malah berkata sambil menjulurkan segelas air, "Kalau makannya tidak sambil bicara, pasti tidak akan tersedak." Saat anaknya minum segelas air dan meniup air tersebut sehingga bergelembung, alih-alih bilang," Iih..jorok ah.." Ibu itu malah bilang dengan ceria,"Ibu senang jika adik bisa membuat gelembung, tapi tidak pada saat minum ya."...

Di Balik Anak yang Gak Bisa Diam

"Duh bunda..anak saya tuh lho, kok gak bisa diam..lari sana lari sini..loncat sana loncat sini...gabruk sana gabruk sini..diemnya kalau pas tidur doang. Anaknya bunda gitu  juga gak sih?" dengan wajah lelah seorang ibu curhat tentang keaktifan anaknya. Kalau dulu mungkin saya akan tanya, "Anaknya laki-laki atau perempuan, bun?" Kalau dijawab, "Laki-laki.." Lalu saya bilang," Pantesan buun, laki-laki gitu lho..pasti lebih aktif daripada anak perempuan," sambil membayangkan anak perempuan saya yang kalem, berbeda dengan adik laki-lakinya yang aktif seperti anak ibu di atas. Tapi jawaban saya itu ternyata mudah dipatahkan, karena banyak juga ibu-ibu yang punya anak perempuan tapi aktif luar biasa, pethakilan kalau orang Jawa bilang. Hehe.. Kalau sudah gitu, apa kita trus kudu nelongso punya anak yang pethakilan, gak sekalem dan semanis anak tetangga?! Ooh..jangan lah ya buun.. Yuk baca apa kata ahli di bawah ini, seperti yang dituliska...