Di Balik Anak yang Gak Bisa Diam
"Duh bunda..anak saya tuh lho, kok gak bisa diam..lari sana lari sini..loncat sana loncat sini...gabruk sana gabruk sini..diemnya kalau pas tidur doang. Anaknya bunda gitu juga gak sih?" dengan wajah lelah seorang ibu curhat tentang keaktifan anaknya.
Kalau dulu mungkin saya akan tanya, "Anaknya laki-laki atau perempuan, bun?"
Kalau dijawab, "Laki-laki.."
Lalu saya bilang," Pantesan buun, laki-laki gitu lho..pasti lebih aktif daripada anak perempuan," sambil membayangkan anak perempuan saya yang kalem, berbeda dengan adik laki-lakinya yang aktif seperti anak ibu di atas.
Tapi jawaban saya itu ternyata mudah dipatahkan, karena banyak juga ibu-ibu yang punya anak perempuan tapi aktif luar biasa, pethakilan kalau orang Jawa bilang. Hehe..
Kalau sudah gitu, apa kita trus kudu nelongso punya anak yang pethakilan, gak sekalem dan semanis anak tetangga?!
Ooh..jangan lah ya buun..
Yuk baca apa kata ahli di bawah ini, seperti yang dituliskan di nakita.id.
Howard Gardner, seorang pakar perkembangan anak, mengatakan bahwa ada delapan jenis kecerdasan yaitu:
- linguistik (bahasa),
- matematika,
- visual spasial,
- musik,
- interpersonal,
- intrapersonal,
- kinestetik,
- naturalis.
Definisi ke-8 nya tentu bakalan panjang ya bunda, kalau dijabarin satu per satu. 😁
Tapi Howard bilang, jika anak sangat pintar menggunakan kemampuan motoriknya, semisal mahir menari, bermain sepak bola, atau berenang, maka itu artinya anak tersebut punya kecerdasan kinestetik.
Nah, arti kecerdasan kinestetik itu sendiri adalah kecerdasan dalam melakukan gerakan tubuh dan anggota badan.
Ciri-ciri saat balita punya kecerdasan kinestetik yang menonjol tentunya ya itu tadi ya bunda. Senang melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, bla bla bla bergerak tiada henti.
Kabar baiknya lagi nih bunda. Biasanya anak cerdas kinestetik tidak memiliki masalah dengan kemampuan menjumput, menempel, menggunting, menulis, meronce, menaiki tangga. Semuanya tumbuh sesuai dengan tahapan perkembangannya, bahkan bisa aja lebih cepat. 😍
Dikatakan lagi, anak-anak dengan kecerdasan kinestetik ternyata memiliki kemampuan membaca dan matematika lebih baik.
Dua kemampuan itu adalah kemampuan dasar akademik yang nantinya akan mendukung mereka untuk mencapai nilai akademik lebih baik di mata pelajaran yang lain.
Itu kata penelitian oleh tim dari University of Eastern, Finlandia lho bunda. Bukan kata saya. Jadi bunda pasti percaya kaaan? Hehehe..
Bunda mau tau yang lainnya lagi?
Dari sisi kesehatan tubuh, anak yang cerdas kinestetik gak perlu khawatir soal kebugaran lho.
Masuk akal juga sih ya bunda, karena bergerak akan meningkatkan kinerja berbagai organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh.
Jadi khawatir dan resah karena anak pethakilan dan gak bisa diam? Saya sih enggak lagi. Bunda juga kan tentunya? 😍
Pondok Gede, 13 Maret 2017
Tati Noor
Kalau dulu mungkin saya akan tanya, "Anaknya laki-laki atau perempuan, bun?"
Kalau dijawab, "Laki-laki.."
Lalu saya bilang," Pantesan buun, laki-laki gitu lho..pasti lebih aktif daripada anak perempuan," sambil membayangkan anak perempuan saya yang kalem, berbeda dengan adik laki-lakinya yang aktif seperti anak ibu di atas.
Tapi jawaban saya itu ternyata mudah dipatahkan, karena banyak juga ibu-ibu yang punya anak perempuan tapi aktif luar biasa, pethakilan kalau orang Jawa bilang. Hehe..
Kalau sudah gitu, apa kita trus kudu nelongso punya anak yang pethakilan, gak sekalem dan semanis anak tetangga?!
Ooh..jangan lah ya buun..
Yuk baca apa kata ahli di bawah ini, seperti yang dituliskan di nakita.id.
Howard Gardner, seorang pakar perkembangan anak, mengatakan bahwa ada delapan jenis kecerdasan yaitu:
- linguistik (bahasa),
- matematika,
- visual spasial,
- musik,
- interpersonal,
- intrapersonal,
- kinestetik,
- naturalis.
Definisi ke-8 nya tentu bakalan panjang ya bunda, kalau dijabarin satu per satu. 😁
Tapi Howard bilang, jika anak sangat pintar menggunakan kemampuan motoriknya, semisal mahir menari, bermain sepak bola, atau berenang, maka itu artinya anak tersebut punya kecerdasan kinestetik.
Nah, arti kecerdasan kinestetik itu sendiri adalah kecerdasan dalam melakukan gerakan tubuh dan anggota badan.
Ciri-ciri saat balita punya kecerdasan kinestetik yang menonjol tentunya ya itu tadi ya bunda. Senang melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, bla bla bla bergerak tiada henti.
Kabar baiknya lagi nih bunda. Biasanya anak cerdas kinestetik tidak memiliki masalah dengan kemampuan menjumput, menempel, menggunting, menulis, meronce, menaiki tangga. Semuanya tumbuh sesuai dengan tahapan perkembangannya, bahkan bisa aja lebih cepat. 😍
Dikatakan lagi, anak-anak dengan kecerdasan kinestetik ternyata memiliki kemampuan membaca dan matematika lebih baik.
Dua kemampuan itu adalah kemampuan dasar akademik yang nantinya akan mendukung mereka untuk mencapai nilai akademik lebih baik di mata pelajaran yang lain.
Itu kata penelitian oleh tim dari University of Eastern, Finlandia lho bunda. Bukan kata saya. Jadi bunda pasti percaya kaaan? Hehehe..
Bunda mau tau yang lainnya lagi?
Dari sisi kesehatan tubuh, anak yang cerdas kinestetik gak perlu khawatir soal kebugaran lho.
Masuk akal juga sih ya bunda, karena bergerak akan meningkatkan kinerja berbagai organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh.
Jadi khawatir dan resah karena anak pethakilan dan gak bisa diam? Saya sih enggak lagi. Bunda juga kan tentunya? 😍
Pondok Gede, 13 Maret 2017
Tati Noor
Komentar
Posting Komentar