Postingan

Curhat Seorang Nenek

Gambar
"Kalau gak inget cucu, udah dari dulu mau pulang kampung. Tapi karena kasihan cucu, jadi aja dikuat-kuatin." curhat seorang nenek pada suatu kesempatan. Lalu mengalirlah curhat berikutnya tentang menantu perempuannya. "Dia mah udah nganggep nenek kayak pembantunya aja. Kalau negor soal kerjaan, udah kayak ke pembantunya aja." "Gak ada perasaannya, masih mending mantu nenek yg satunya. Meskipun orang gak punya, tapi ngertian orangnya. Kalau keluar rumah, suka nawarin mau dibeliin apa. Ini mah boro-boro." Nenek itu menghela napasnya. Tatapannya sayu tak bersemangat. "Nenek jadi kurus begini, bukannya kurang makan. Tapi karena tiap hari makan ati." cetusnya lagi. "Nek, ya bilang atuh ke anak Nenek. Biar dia yang bilangin mantu nenek." Kami berusaha meredam gundahnya. "Ah, males. Dia mah sama aja orangnya." Nah lho. Siapa yang gak ikut sedih mendengarkan curhat seorang nenek seperti itu. Dia yang sudah menga...

Adakah Madu yang Aman Bagi Penderita Diabetes?

Gambar
Banyak orang bertanya-tanya tentang madu yang aman bagi penderita diabetes. Hal tersebut disebabkan karena  madu memiliki rasa yang manis. Suatu rasa yang selama ini seolah-olah diharamkan bagi penderita diabetes. Setiap kali kita ingin memakan makanan atau minuman yang manis, kita harus benar-benar memilah dan memilih apakah makanan tersebut boleh kita konsumsi. Apabila boleh pun, maka kita harus menghitung kalorinya dengan teliti. Jika tidak, bisa-bisa kadar gula dalam darah kita akan meningkat tajam disebabkan sedikitnya atau bahkan tidak adanya insulin yang dapat memecah gula di dalam darah kita. Kita bisa membayangkan betapa menderitanya menjadi penderita diabetes. Aneka makanan yang bisa dikonsumsi kebanyakan terasa hambar, jauh dari rasa nikmat dan lezat. Wajarlah jika mereka senantiasa berusaha mencari alternative makanan yang manis namun tidak membahayakan bagi kesehatan mereka. Madu Sebagai Solusi Pemanis Madu sebagai solusi pengganti gula bagi penderita diabetes t...

Saat Belajar Makan Sendiri Bisa Menguatkan Jiwa

Seorang ibu muda mengajak anaknya makan siang dan menemaninya dengan sabar. Saat anaknya menyendok nasi hingga berceceran, alih-alih bilang," Duh hati-hati dong makannya, " Ibu itu malah berkata dengan penuh semangat, "Kalau perlahan-lahan pasti bisa!" dengan penuh semangat. Saat anaknya makan sambil bicara, alih-alih bilang,"Kalau lagi makan, jangan sambil ngomong dong!" Ibu itu malah berkata dengan lembut," Kalau bicara sambil makan, Ibu jadi tidak mengerti." Saat anaknya tersedak karena bicara sambil makan, alih-alih bilang,"Tuh kan apa ibu bilang. " Ibu itu malah berkata sambil menjulurkan segelas air, "Kalau makannya tidak sambil bicara, pasti tidak akan tersedak." Saat anaknya minum segelas air dan meniup air tersebut sehingga bergelembung, alih-alih bilang," Iih..jorok ah.." Ibu itu malah bilang dengan ceria,"Ibu senang jika adik bisa membuat gelembung, tapi tidak pada saat minum ya."...

Di Balik Anak yang Gak Bisa Diam

"Duh bunda..anak saya tuh lho, kok gak bisa diam..lari sana lari sini..loncat sana loncat sini...gabruk sana gabruk sini..diemnya kalau pas tidur doang. Anaknya bunda gitu  juga gak sih?" dengan wajah lelah seorang ibu curhat tentang keaktifan anaknya. Kalau dulu mungkin saya akan tanya, "Anaknya laki-laki atau perempuan, bun?" Kalau dijawab, "Laki-laki.." Lalu saya bilang," Pantesan buun, laki-laki gitu lho..pasti lebih aktif daripada anak perempuan," sambil membayangkan anak perempuan saya yang kalem, berbeda dengan adik laki-lakinya yang aktif seperti anak ibu di atas. Tapi jawaban saya itu ternyata mudah dipatahkan, karena banyak juga ibu-ibu yang punya anak perempuan tapi aktif luar biasa, pethakilan kalau orang Jawa bilang. Hehe.. Kalau sudah gitu, apa kita trus kudu nelongso punya anak yang pethakilan, gak sekalem dan semanis anak tetangga?! Ooh..jangan lah ya buun.. Yuk baca apa kata ahli di bawah ini, seperti yang dituliska...

Training untuk Perempuan Jago Menulis Artikel

“Menulis artikel bisa menjadi langkah awal menulis sebuah buku.” Demikian kata Indari Mastuti, seorang perempuan multi talenta yang merupakan CEO Perusahaan IndScript Creative Centre. Dari beliau pulalah, akhirnya saya mengenal sosok Ummi Aleeya yang yang merupakan founder @JoeraganArtikel. Pesan teh Indari di atas cukup membekas di hati saya. Itu tak lain karena salah satu cita-cita saya suatu saat nanti bisa berkarya melalui tulisan yang bermanfaat bagi banyak orang. Oleh karena itulah ketika Ummi Aleeya melaunching Training Menulis Artikel , saya pun mendaftar untuk ikut belajar bersama beliau. Harapan saya dengan mengikuti training tersebut akan dapat membuat kemampuan saya dalam menulis mengalami kemajuan dan peningkatan. Apalagi training ini tidak melulu hanya teori belaka, namun juga dilengkapi dengan tugas-tugas PR yang harus dikerjakan sebagai sarana mempraktekkan teori yang telah disampaikan. Siapa Penyelenggara Training Menulis Artikel? Training Menulis Arti...

4 Alasan Mengapa Anda Bisa Punya Bisnis Online

Bunda, saat ini bisnis online di Indonesia semakin berkembang dan semakin diminati orang. Bukan hanya para pekerja, ibu rumah tangga pun kini makin banyak yang bekerja dari rumah dengan cara berbisnis online. Tak dapat dipungkiri bahwa semakin majunya perkembangan bisnis online sangat membantu para ibu rumah tangga yang ingin memiliki penghasilan dari rumah.   Nah, apakah   Anda seorang Ibu Rumah Tangga yang juga ingin menambah penghasilan dari rumah? Adalah seorang Ibu Rumah Tangga dari Papua yang bernama Femmy Maharani telah membuktikan bahwa bisnis online sangat patut dan layak Bunda coba. Dengan bisnis Oriflame-nya, ibu berputra dua ini   menjalankan bisnisnya tersebut secara online. Oleh karena itu pula meskipun Femmy tinggal di Papua, bisnis Oriflame-nya dapat berjalan dengan lancar. Adapun beberapa alasan yang menyebabkan bisnis online yang dijalankan Femmy berjalan mulus antara lain: 1.       Tidak Perlu Modal Besar Bunda t...

Tips Menjawab Pertanyaan Balita

Gambar
Bunda suka gelagapan kalau si kecil nanya ini itu? Jangan khawatir bunda, berikut ini ada bocoran utk menjawabnya..^^ Dikutip dari www.AyahBunda.co.id, berikut daftar pertanyaan anak balita yang berhasil membuat para orangtua terdiam. 1.  Kenapa aku tidak boleh  makan permen  karet?   Beli permen karet dan tunjukkan bentuk dan tekturnya, sebelum beri penjelasan mengenai bahaya permen karet. Tarik permen karet sampai panjang dan ikatkan pada jari Anda. Setelah itu, katakan permen karet berbeda dengan permen lain, karena bila tertelan dapat membelit isi perutnya sehingga sakit perut. Permen karet tidak bisa digigit, harus dikunyah dan rasanya yang sangat manis dapat merusak giginya. Jelaskan bahwa gigi tidak boleh makan atau minum yang terlalu manis. 2.  Kenapa ibu harus bekerja?   Jelaskan bahwa Anda harus membantu Ayah bekerja agar bisa mengumpulkan uang. Jika hanya Ayah yang bekerja, ...