Stop Bohong Saat Meninggalkan Anak
1. Berbohong
Banyak kan, orangtua yang berbohong dengan harapan terbebas dari kerewelan anak sebelum dirinya pergi? Mau ke warung sebentarlah, mau beli cokelat buat anaklah, atau malah mengatakan, "Ibu tidak akan pergi ke mana-mana," padahal kenyataannya tidak begitu. Hal ini bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, tapi juga membuat anak tak percaya pada ibu dan lingkungannya. Gawatnya lagi, jika ini terus-menerus dilakukan, saat besar nanti anak bisa meniru berbohong. Ia menganggap itu lumrah dilakukan.
2. Pergi sembunyi-sembunyi
Bak seorang ninja, orangtua mengendap-endap, mencari pintu keluar teraman dan tercepat, lalu meninggalkan si kecil tanpa jejak. Kalau perlu, si mbak diminta mengajak si kecil main ke rumah sebelah atau jalan-jalan ke taman. Bereskah? Tentu tidak, karena beberapa saat kemudian, anak akan mencari-cari, di mana gerangan sang ibu yang beberapa saat lalu berada di kamar. Anak pun melampiaskannya dengan menangis. Tindakan ini jelas tidak cerdik dan menyinggung perasaan anak. Secara tak langsung, ia diajarkan bagaimana mengelabui orang lain.
3. Memberikan hadiah
Beberapa orangtua mencari jurus lain, yaitu memberikan hadiah, entah mainan baru atau makanan dengan harapan anak bisa tenang ditinggal. Ini juga tidak tepat karena membuat anak belajar menerima sogokan. Dia belajar bertindak untuk mendapat sogokan. Dia menangis bukan karena tak mau ditinggal, tetapi agar mendapat hadiah. Padahal, hadiah tak bisa diberikan sembarangan.
Waktu yang paling tepat adalah ketika anak menunjukkan kemampuan baru, sesuatu yang mengagumkan, atau perilaku positif di luar kewajibannya. Selain itu, tindakan memberi hadiah bisa membuat anak ketagihan. Dia tak rewel bukan karena merasa aman ditinggal pergi, melainkan hadiah yang diberikan. Jika hadiah itu tak ada, maka amukan si kecil bisa kembali terjadi.
4. Tidak berpamitan
Saking sibuknya, beberapa orangtua tak sempat berpamitan, mencium si kecil, dan langsung pergi begitu saja. Ini jelas kurang baik, bagaimanapun anak butuh perhatian sebagai tanda kasih sayang. Jadi, jangan lupakan ritual positif sebelum meninggalkan anak.
5. Tergesa-gesa
Karena diburu waktu, banyak orangatua tergesa-gesa dan menularkan kepanikannya kepada anak. Jelas ini kurang baik karena bisa membuat si kecil ikut-ikutan gelisah dan akhirnya rewel.
6. Menunjukkan rasa sedih
Perpisahan tidak hanya membuat haru anak, tapi juga orangtua. Namun, menunjukkan perasaan itu di depan anak tidaklah tepat. Sebisa mungkin, bersikaplah ceria sebelum pergi.
Sumber : Tabloid Nakita
Banyak kan, orangtua yang berbohong dengan harapan terbebas dari kerewelan anak sebelum dirinya pergi? Mau ke warung sebentarlah, mau beli cokelat buat anaklah, atau malah mengatakan, "Ibu tidak akan pergi ke mana-mana," padahal kenyataannya tidak begitu. Hal ini bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, tapi juga membuat anak tak percaya pada ibu dan lingkungannya. Gawatnya lagi, jika ini terus-menerus dilakukan, saat besar nanti anak bisa meniru berbohong. Ia menganggap itu lumrah dilakukan.
2. Pergi sembunyi-sembunyi
Bak seorang ninja, orangtua mengendap-endap, mencari pintu keluar teraman dan tercepat, lalu meninggalkan si kecil tanpa jejak. Kalau perlu, si mbak diminta mengajak si kecil main ke rumah sebelah atau jalan-jalan ke taman. Bereskah? Tentu tidak, karena beberapa saat kemudian, anak akan mencari-cari, di mana gerangan sang ibu yang beberapa saat lalu berada di kamar. Anak pun melampiaskannya dengan menangis. Tindakan ini jelas tidak cerdik dan menyinggung perasaan anak. Secara tak langsung, ia diajarkan bagaimana mengelabui orang lain.
3. Memberikan hadiah
Beberapa orangtua mencari jurus lain, yaitu memberikan hadiah, entah mainan baru atau makanan dengan harapan anak bisa tenang ditinggal. Ini juga tidak tepat karena membuat anak belajar menerima sogokan. Dia belajar bertindak untuk mendapat sogokan. Dia menangis bukan karena tak mau ditinggal, tetapi agar mendapat hadiah. Padahal, hadiah tak bisa diberikan sembarangan.
Waktu yang paling tepat adalah ketika anak menunjukkan kemampuan baru, sesuatu yang mengagumkan, atau perilaku positif di luar kewajibannya. Selain itu, tindakan memberi hadiah bisa membuat anak ketagihan. Dia tak rewel bukan karena merasa aman ditinggal pergi, melainkan hadiah yang diberikan. Jika hadiah itu tak ada, maka amukan si kecil bisa kembali terjadi.
4. Tidak berpamitan
Saking sibuknya, beberapa orangtua tak sempat berpamitan, mencium si kecil, dan langsung pergi begitu saja. Ini jelas kurang baik, bagaimanapun anak butuh perhatian sebagai tanda kasih sayang. Jadi, jangan lupakan ritual positif sebelum meninggalkan anak.
5. Tergesa-gesa
Karena diburu waktu, banyak orangatua tergesa-gesa dan menularkan kepanikannya kepada anak. Jelas ini kurang baik karena bisa membuat si kecil ikut-ikutan gelisah dan akhirnya rewel.
6. Menunjukkan rasa sedih
Perpisahan tidak hanya membuat haru anak, tapi juga orangtua. Namun, menunjukkan perasaan itu di depan anak tidaklah tepat. Sebisa mungkin, bersikaplah ceria sebelum pergi.
Sumber : Tabloid Nakita
Komentar
Posting Komentar