Dilema Bunda Bekerja

Pernah gak merasa sangat tak berdaya? Di ujung putus asa?

Aku pernah. Dan seringnya terjadi saat aku harus mengalami pergantian pengasuh Naura. Tiga kali mengalami hal itu, namun rasa yang sama selalu berhasil menguasai mood-ku.

Perasaan itu datang saat proses aku harus mengalami kehilangan, berlanjut dengan proses mencari pengasuh yang sulitnya ampun-ampunan lalu begitu dapat pun, hati masih was-was karena proses adaptasiku maupun Naura terhadap pengasuh barunya itu. Aku merasa tak berdaya karena harus bergantung pada orang lain untuk mengasuh anakku..hiks..

Kadang-kadang bahkan aku sampai berpikir, udahlah kalo begini, aku lebih baik keluar aja dari kerjaan. Mengasuh dan mendidik anakku sendiri tanpa harus merasa khawatir dan tak tenang di kantor. Tak perlu bergantung terus sama pengasuh anak.

Tapi, lagi-lagi aku dihadapkan pada kenyataan bahwa, betapa aku berada dalam posisiku kini sebagai ibu bekerja ini adalah bukan semata-mata untukku sendiri, tapi adalah juga membantu suami mencari nafkah, juga lebih-lebih lagi menjadi sebuah kebanggaan buat orangtuaku dan menjadi penenteram mereka karena aku telah menjadi wanita mandiri yang tak sepenuhnya bergantung pada suami...Arrgghhh..sungguh sebuah dilema.

Pada akhirnya aku memutuskan tidak akan mau seperti ini terus. Tak mau bekerja dan bekerja teruuuss sampai tua, dan kehilangan waktuku bersama anak-anakku. Aku tak mau tiba-tiba menemukan anak-anakku sudah beranjak dewasa dan akhirnya tak butuh waktu bersamaku lagi..

Oke, saat ini aku memang belum berani pasang target kapan aku akan berani keluar dari status pegawaiku ini. Tapi setidaknya kini aku punya harapan bahwa aku tidak akan seterusnya bergantung pada status karyawanku ini..

Jadi..saatnya sekarang untuk bersegera..untuk hari depan yang lebih baik,..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Menjawab Pertanyaan Balita

Beras Sebagai Pengering Handphone

Stop Bohong Saat Meninggalkan Anak