Belajar dari Adjie Massaid dan Angelina Sondakh
Sebenarnya saya sebelumnya gak ada ngefans baik sama alm. Adjie Massaid ataupun Angelina Sondakh. Walaupun begitu sebagai onliners, saya selalu aja tau kabar2 artis atau politikus ini dan itu. Termasuk pun kabar terakhir ketika Angelina Sondakh melahirkan putra Adjie Massaid.
Dan pun ketika tanggal 6 Pebruari 2011 saya denger sedikit kabar mengenai meninggalnya Adjie Massaid secara mendadak, saya tak begitu tertarik. Namun dengan pemberitaan yang terus menerus mengenai beliau di televisi maupun di internet, mau gak mau saya pun akhirnya menyimak.
Dan saya begitu terharu melihat Angelina yang begitu terpukul kehilangan orang yang dicintainya. Dari situ pun saya akhirnya tahu bagaimana saling cintanya mereka (meski hanya dari kacamata orang luar). Bahkan sampai saat sekarang pun saya masih aja terharu dan ikut menitikkan air mata jika teringat "tragisnya" kejadian ini menimpa keluarga mereka. Mungkin ini lebay ya, tapi entah kenapa saya ikut sedih banget melihat Angelina dan anak2nya. Saya ngebayanginnya kalo saya di posisinya dia. Kehilangan orang tercinta dengan begitu mendadaknya. Hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam terserang jantung, langsung meninggal. Tanpa kesiapan mental apapun. Apa saya bisa kuat. Wallohu a'lam..bismillah tawakkaltu 'alalloh..
Tapi akhirnya saya banyak belajar dari situ juga. Belajar dari Adjie Massaid dan Angelina Sondakh.
Dari Adjie Massaid saya belajar bahwa kematian bisa datang kapan aja. Selama ini kalimat itu hampir pasti semua orang tau. Begitu pun juga saya. Akan tetapi selama ini seakan-akan hanya semacam slogan saja. Tanpa makna. Namun kini saya terhenyak.
Kematian bisa datang kapan aja. Walau kita masih muda pun. Walau tanpa didahului sakit apa pun. Walau kita sedang dalam aktivitas apa pun.
Apakah saya siap jika saat itu datang? saya masih saja keasyikan mengejar dunia. Okelah betapa slogan " kerja adalah ibadah", tapi seringkali lupa akan niatnya. Tergila-gila pada kerja, sehingga lupa akan niat awalnya. Betapa indahnya jika saya selalu bisa bismillah meniatkan segala hal yang saya lakukan dalam rangka ibadah. So, saya gak akan ketakutan seperti sekarang ini, karena saya rasa pahala dari ibadah wajib saya entah hanya seperberapa. Astaghfirullah..
Bahkan saya curhat sama suami. Kalo orang-orang yang sudah sepuh itu, lihat mereka berlomba-lomba mempersiapkan segalanya. Banyak pengajian, banyak sholat, banyak dzikir. Tapi kita orang muda masih keenakan mengira waktu kita masih lama. Lalu jika tiba-tiba datang saat itu, kita gimana? gimana bekal utk akhirat kita?;((
Dari Angelina Sondakh saya belajar bagaimana menghargai dan mencintai orang-orang tercinta kita. Saya jadi teringat bagaimana saya menjalankan peran saya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Jauh dari sempurna. Dari dia saya belajar, saya harus lebih banyak mencintai orang-orang tercinta, selagi masih ada waktu.
Pun dari dia saya juga belajar ketegaran. Belajar menerima kenyataan pahit. Meskipun hati hancur berkeping-keping.
Akhirnya saya hanya bisa mendoakan semoga Alm. Adjie Massaid mendapat tempat yang layak di sisi Alloh swt. Semoga arwahnya tenang di alam sana. Semoga amal dan ibadahnya diterima oleh-Nya.
Saya mendoakan juga agar Angelina Sondakh yang kini saudara seiman kami agar diberikan ketegaran dan kekuatan iman dalam menghadapi kejadian ini. Agar meyakini bahwa ini bukanlah musibah, tetapi ini adalah ujian untuk menguji kadar ketakwaannya di mata Alloh swt. Insyaalloh jika dia kuat, dia akan naik kelas dan Alloh akan mempertemukan dia kembali dengan suami tercinta di surga kelak. Agar dia bisa tabah mendengar hujatan saudara seimannya yang dulu, yang sekarang banyak menyumpahinya karena dia berpindah keyakinan, yang mengatakan bahwa ini adalah hukuman.
Terima kasih ya Alloh atas pelajaran yang bisa kami petik. Jadikanlah kami senantiasa dalam perlindungan dan ridho-Mu, jadikanlah kami istiqomah di jalan-Mu dan jika saat itu datang, berikanlah khusnul khotimah pada kami. Amiin Ya Robbal 'Alamiinn..
Dan pun ketika tanggal 6 Pebruari 2011 saya denger sedikit kabar mengenai meninggalnya Adjie Massaid secara mendadak, saya tak begitu tertarik. Namun dengan pemberitaan yang terus menerus mengenai beliau di televisi maupun di internet, mau gak mau saya pun akhirnya menyimak.
Dan saya begitu terharu melihat Angelina yang begitu terpukul kehilangan orang yang dicintainya. Dari situ pun saya akhirnya tahu bagaimana saling cintanya mereka (meski hanya dari kacamata orang luar). Bahkan sampai saat sekarang pun saya masih aja terharu dan ikut menitikkan air mata jika teringat "tragisnya" kejadian ini menimpa keluarga mereka. Mungkin ini lebay ya, tapi entah kenapa saya ikut sedih banget melihat Angelina dan anak2nya. Saya ngebayanginnya kalo saya di posisinya dia. Kehilangan orang tercinta dengan begitu mendadaknya. Hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam terserang jantung, langsung meninggal. Tanpa kesiapan mental apapun. Apa saya bisa kuat. Wallohu a'lam..bismillah tawakkaltu 'alalloh..
Tapi akhirnya saya banyak belajar dari situ juga. Belajar dari Adjie Massaid dan Angelina Sondakh.
Dari Adjie Massaid saya belajar bahwa kematian bisa datang kapan aja. Selama ini kalimat itu hampir pasti semua orang tau. Begitu pun juga saya. Akan tetapi selama ini seakan-akan hanya semacam slogan saja. Tanpa makna. Namun kini saya terhenyak.
Kematian bisa datang kapan aja. Walau kita masih muda pun. Walau tanpa didahului sakit apa pun. Walau kita sedang dalam aktivitas apa pun.
Apakah saya siap jika saat itu datang? saya masih saja keasyikan mengejar dunia. Okelah betapa slogan " kerja adalah ibadah", tapi seringkali lupa akan niatnya. Tergila-gila pada kerja, sehingga lupa akan niat awalnya. Betapa indahnya jika saya selalu bisa bismillah meniatkan segala hal yang saya lakukan dalam rangka ibadah. So, saya gak akan ketakutan seperti sekarang ini, karena saya rasa pahala dari ibadah wajib saya entah hanya seperberapa. Astaghfirullah..
Bahkan saya curhat sama suami. Kalo orang-orang yang sudah sepuh itu, lihat mereka berlomba-lomba mempersiapkan segalanya. Banyak pengajian, banyak sholat, banyak dzikir. Tapi kita orang muda masih keenakan mengira waktu kita masih lama. Lalu jika tiba-tiba datang saat itu, kita gimana? gimana bekal utk akhirat kita?;((
Dari Angelina Sondakh saya belajar bagaimana menghargai dan mencintai orang-orang tercinta kita. Saya jadi teringat bagaimana saya menjalankan peran saya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Jauh dari sempurna. Dari dia saya belajar, saya harus lebih banyak mencintai orang-orang tercinta, selagi masih ada waktu.
Pun dari dia saya juga belajar ketegaran. Belajar menerima kenyataan pahit. Meskipun hati hancur berkeping-keping.
Akhirnya saya hanya bisa mendoakan semoga Alm. Adjie Massaid mendapat tempat yang layak di sisi Alloh swt. Semoga arwahnya tenang di alam sana. Semoga amal dan ibadahnya diterima oleh-Nya.
Saya mendoakan juga agar Angelina Sondakh yang kini saudara seiman kami agar diberikan ketegaran dan kekuatan iman dalam menghadapi kejadian ini. Agar meyakini bahwa ini bukanlah musibah, tetapi ini adalah ujian untuk menguji kadar ketakwaannya di mata Alloh swt. Insyaalloh jika dia kuat, dia akan naik kelas dan Alloh akan mempertemukan dia kembali dengan suami tercinta di surga kelak. Agar dia bisa tabah mendengar hujatan saudara seimannya yang dulu, yang sekarang banyak menyumpahinya karena dia berpindah keyakinan, yang mengatakan bahwa ini adalah hukuman.
Terima kasih ya Alloh atas pelajaran yang bisa kami petik. Jadikanlah kami senantiasa dalam perlindungan dan ridho-Mu, jadikanlah kami istiqomah di jalan-Mu dan jika saat itu datang, berikanlah khusnul khotimah pada kami. Amiin Ya Robbal 'Alamiinn..
Komentar
Posting Komentar